Jumat, 02 Maret 2012

Mulutmu Singamu


Sekali lagi terjadi sebuah peristiwa yang benar-benar menyita perhatian. Kasus cinta yang senantiasa terus membayangi kehidupan seorang insan.
Hidup memang hanyalah sebuah pilihan, tapi setelah kita memilih maka kewajiban kita adalah mempertahankan pilihan itu atau setidaknya siap dengan segala konsekuensi-konsekuensinya. Begitu pula perihal cinta, baik dengan sengaja atau tidak jika kita memberi keputusan untuk memilih dia, maka konsekuensinya adalah menjalani dengannya,.
Sesungguhnya tak akan ada seorang pun di dunia ini yang ingin dipermainkan, meskipun dia itu seorang playboy atau playgirl (Yulizar, 2005:142).
Makna cinta dari jaman dahulu sampai sekarang masih menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan, banyak yang mengatakan bahwa cinta itu adalah perasaan kagum, kasihan, sayang dlsbg. Dan tak jarang pula para pendekar cinta yang kecewewa dan akhirnya memaknai cinta dengan konotasi negatif.
CInta itu bulshit, omong kosong dan hanya merupakan hal yang tak perlu dipikirkan terlalu dalam. Cinta itu kejam, hal yang sering juga kita dengar,. Cinta itu egois dsebagainya., itulah definisi dari para korban cinta…
Tapi sesungguhnya itu semua bukan cinta… yang tau hanyalah kita sendiri., dan tugas kita adalah memaknai cinta..,
Yang perlu diingat.,
Jika kita menentukan keputusan, lakukan keputusan itu,.
Hati2 dengan Mulut,..
MulutMU SingaMu……..

Read more...

Mesin Penunggu, Penanda dan Pengikut


Malam pergantian Itu,,, mungkin sebuah hal yang diketahui banyak orang, itu adalah malam tahun baru..
malam tahun baru, kita hitung kita lihat dan kita rasakan sebagai malam yang sedemikian spesial.
spesial mengapa, karena kita rasakan pergantian tahun dari tahun sebelumnya menuju tahun yang ditunggu-tunggu..
tapi besok tahun depan, kita juga siap dengan penyambutan tahun baru dari tahun yang kita tunggu sekarang ke tahun depannya yang kita tunggu-tunggu lagi...
heemmph... sebutan penunggu mungkin layak kita domplengkan ke  tipe-tipe manusia seperti itu.
satu lagi, sebutan penanda mungkin cocok diselipkan ke tipe-tipe manusia seperti itu...
datang dan pergi, masuk dan keluar menjadi hal yang ditunggu-tunggu..
tapi pernahkan kita berpikir,,
apa yang kita tinggalkan dan apa yang kita terima..
yuk didekati,
yang kita tinggalkan adalah hari kita kemarin, umur kita yang berkurang sehari dan kehidupan yang akan semakin menjauh,,,
yang kita dapatkan adalah, hari kita besok, umur yang tinggal sedikit, dan kehidupan yang mau mati...
terus,,,
banyak Penunggu dan Penanda di sini, yang melakukannya dengan cara Hedon.,
padahal dia kurang tahu dan kurang memahami arti dari tahun baru, ngomongin tahun baru, sebetulnya itu tahun barunya siapa seh,,
ko kita ikut2an merayakannya.. banyak keperawanan yang dilumat habis pada hari itu, banyak kesedihan yang akan timbul setelah hari itu, banyak - banyak dan banyak mudhorotnya...
itulah kaum penunggu, penanda dan pengikut setia yang telah memperbudakkan diri pada "signs" yang ternyata itu miliknya kaum lain...
sebagai makhluk yang dibekali dengan akal dan pikiran, kita khilaf dan lupa untuk memanfaatkannya, bukankah kallo kita melakukan sesuatu tuh kita harus tahu apa yang kita lakukan, tahu apanya???
tahu maslahat atau mudhorotnya, kalo banyak maslahat ya kita lakukan dan sebaliknya..
so... intinya,,,
masih banyak manusia di dunia ini, dengan berbagai tipe pula tentunya yang cuma menempelkan akal dan pikiran tapi tidak menggunakannya...

Read more...

Mengapa Kita Berbeda


Manusia adalah makhluk yang sempurna, tapi tidak ada manusia yang paling sempurna di dunia. Manusia adalah jenis makhluk yang diciptakan sekaligus ditugaskan sebagai khalifah fil ardhi, demi mendukung tugas dan misi ini, manusia dibekali oleh dua macam komponen yang menyusun kehidupannya, mereka adalah komponen jasmaniah dan rohaniyah. Dua komponen di atas tidak dapat dipisah satu dengan lainnya, karena mereka saling terhubung dalam kesatuan tanpa batas, yang sering kali tidak bisa kita pahami dengan penalaran biasa seorang manusia.
Pernahkah Anda mendengar peribahasa ini,
“Men sana in corpore sano” yang artinya “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”, peribahasa di atas adalah salah satu referensi yang menunjukkan bahwa tubuh(jasmani) dan jiwa(rohani) adalah komponen-komponen yang terintegrasi untuk melakukan sebuah fungsi kehidupan. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, tidak ada salahnya jika kita meyekini ini, pendekatannya, ketika tubuh kita sakit maka banyak kemungkinan bahwa jiwa kita sakit juga. Perlu kita ingat, sakit jiwa tidak selalu terhubung dengan rumah sakit jiwa, yang identik dengan lose awareness alias gila mencak-mencak. Iri hati, Badmood, kurang bergairah, males, dsb adalah bentuk sakit jiwa yang bisa timbul karena penyakit yang menyerang pada tubuh
Pembahasan tentang integrasi dan keterkaitan antara jasmani dan rohani bisa kita bahas di lain waktu. Permasalahan  pada tulisan kali ini sesuai judul yang disebutkan di atas, meengapa kita berbeda? Mengapa banyak orang yang tak sama? Mengapa kita sering terlibat perdebatan dengan orang yang berbeda dengan kita?
Jawaban dari pertanyaan di atas adalah,
  1. karena manusia tak pernah ada yang sama, baik jasmani ataupun rohani
  2. karena manusia tercipta secara special
  3. karena manusia hanyalah wayang yang dibuat dan digerakkan oleh dalang.
Pertanyaan kedua yang bisa dilontarkan sebagai tindak lanjut adalah...
Apakah jawaban diatas menjawab pertanyaan diatas?
Jawabanya adalah tidak, karena jawaban pertanyaan diatas hanyalah  mengulangi pertanyaan yang sama...hohoho..

Mengapa manusia berbeda,
Mari kita coba selami salah satu komponen yang sering kali dianggap sebelah mata oleh manusia itu sendiri.
Itu adalah rohani atau batin atau seringkali kita sebut dengan jiwa.
Jiwa manusia juga mengkerucut membagi dirinya berdasarkan aspek-aspek tertentu, berdasarkan penjelasan dari bapak Psikologi Modern yaitu Sigmund Freud. Aspek kejiwaan manusia bisa di bagi menjadi tiga macam yaitu; id, ego dan superego.
Secara sederhana bisa kita artikan, id adalah perwakilan dari naluri manusia, ego adalah perwakilan akal/rasio manusia dan superego adalah perwakilan nurani/akal budi manusia.

Kalau ditinjau berdasarkan tugasnya. Naluri berperan sebagai otak reptilnya manusia, yang mendorong seorang manusia untuk makan, minum, berkeluarga alias sebagai insting hewannya. Kemudian akal adalah yang bertugas sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah, selanjutnya Nurani/akal budi adalah pembeda antara yang baik atau buruk berdasarkan keyakinan subjektif dirinya sendiri dan objektif sesuai dengan aturan hukum yang ada.
Tiga aspek kejiwaan manusia di atas, baik itu id, ego ataupun superego adalah produk dari nurture dan nature. Aspek id, ego maupun superego tak pelak lagi dan pasti terhubung dengan dua hal, mereka adalah nature (alam) dan nurture (gen/keturunan).
Keterkaitan nurture maupun nature dalam kehidupan manusia lebih jelasnya akan dibahas pada tulisan selanjutnya. Secara singkat, karena adanya pengaruh nurture maupun nature maka manusia akan berbeda dan tak akan pernah sama.

Perlu disadari dalam benak kita masing-masing, perbedaan adalah suatu hal yang lumrah, sehingga jangan karena perbedaan, kita membenci yang lain, kita saling menghujat satu sama lain dan saling mengacuhkan.
Kenapa kita bisa maju dan mencuat, karena adanya perbedaan.
Kenapa kita bisa berprestasi juga karena adanya perbedaan.
Perbedaan adalah hal yang membuat semuanya jadi indah....

Memang kita berbeda,....
Tapi tak boleh bercerai......

21 Februari 2011
Yulizar Qhadhavi

Read more...

Masalah di sisi Lain


Masalah tak akan pernah lepas dari kehidupan kita.
Masalah adalah kawan abadi kita, bukannya sahabat kos yang kalau kita mandi dia tidak ikut mandi.
Tapi ingatlah, masalah pasti mandi bersama kita.
Masalah ada dimanapun dan kapanpun,
Kita duduk nyantae di pematang sawah, pinggir laut, atau diatas batu nisan-pun dia tetap mengintai kita, meski hanya berupa sinar matahari yang menyengat atau nyamuk yang menggigit kulit kita.
Kadang banyak orang memandang itu bukan masalah? Tapi sah-sah aja, karena penilaian terhadap masalah sebenarnya fleksibel, terserah mereka nilai itu sebagai masalah atau tidak, karena yang menentukan adalah pengalaman dan pengetahuannya.
Masalah tetaplah masalah, tapi yang melantik hal itu sebagai masalah tak lain dan tak bukan adalah kita sendiri, bukan orang lain.
Banyak masalah yang ditimbulkan oleh masalah,
Banyak orang yang bunuh diri karena masalah,
Banyak orang yang rela rekreasi ke RS. Jiwa karena masalah.
Tapi,
Gara-gara masalah, banyak penyair yang bisa bersuara…
Gara-gara masalah, banyak lagu yang bisa tercipta….
Gara-gara masalah, banyak PKM yang bisa dibuat,…..
Gara-gara masalah, banyak uang bisa dihasilkan..,,,..
Gara-gara masalah, banyak orang yang jadi kuat,….

Apakah dia hanya dipandang sebagai hal yang membuat dunia kita menjadi gelap?
Ataukah lainnya?
……
Lainnya aja yah….
Kita patenkan dalam pikiran.....
Masalah adalah hal yang berguna bagi kita,,,
Masalah adalah sahabat sejati yang senantiasa mengembangkan diri kita....
Tanpa masalah dunia akan menjadi gelap gulita tak berwarna dan monoton......

Marilah bersama kita bersyukur karena kita ditemani masalah......
Alhamdulillah.....

Read more...
Apa Ramlan Kamu ?:

Nama lengkap:   


Nama panggilan:    


Tahun:                             
             Pilih bulan dan tanggal mu


  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP